Menu

Contoh Bisnis Sepatu Dengan Omset Seratus Juta Perbulan


Contoh Bisnis Sepatu ~ Berbagai produk yang unik dan menarik serta berbeda memang selalu mencuri minat seseorang untuk membeli dan memilikinya. Begitu pula dengan sepatu kayu hak karakter yang sangat digemari oleh kaum hawa. Bentuk dan tampilan sepatu yang unik serta menarik membuat penampilan pemakainya terlihat semakin cantik. Bisnis sepatu memang membutuhkan kreativitas tinggi dan inovasi agar bisa merebut hati para pemakainya sehingga mampu bersaing dengan usaha sejenis yang sudah banyak sekali.

Contoh Bisnis Sepatu Dengan Omset Seratus Juta Perbulan

Sepatu merupakan salah satu fashion yang sangat dibutuhkan dalam melengkapi penampilan. di tengah tren fashion etnik modern sepatu berbahan kayu banyak diminati terutama kaum hawa, karena desainnya elegan dan tetap mengusung unsur etnik. Salah satu contoh bisnis sepatu yang sukses dan mampu meraih omset seratus juta perbulan adalah sepatu kayu dengan brand Natana shoes. Pelaku usaha yang memproduksi sepatu kayu ini adalah Aditya Bintang dengan omset yang dicapai setiap bulannya sampai Rp 100 juta.

Inspirasi bisnis pelengkap penampilan berupa sepatu kayu muncul ketika Aditya Bintang melihat besarnya minat masyarakat khususnya kaum hawa terhadap dunia fashion. Menurut pria yang akrab disapa Adit ini, tidak jarang kaum wanita yang mengoleksi beberapa item fashion termasuk sepatu. Ia pun menyalurkan ide tersebut dengan merintis usaha membuat sepatu kayu yang tampil beda dengan kombinasi kulit, batik dan songket.

“Saya ingin memperkenalkan budaya tradisional Indonesia dalam konsep yang lebih modern. Pada dasarnya alas kaki dari bahan kayu atau kelom merupakan budaya tradisional Indonesia yang sudah ada dari dulu. Namun saya kembangkan dengan modifikasi desain yang lebih modern,” ujar Adit. Adit yang memulai usaha sejak tahun 2012 ini mengelontorkan modal awal sebesar Rp 500 juta yang berasal dari bantuan orang tuanya. Modal awal ini digunakan untuk membeli bahan baku, peralatan dan membangun workshop di tasikmalaya. Walaupun tinggal di bilangan BSD tangerang, Adit lebih memilih daerah tasikmalaya sebagai workshop dan bengkel produksi, karena bahan baku utama seperti kayu dan kulit banyak berasal dari daerah tasik dan pengrajin kayunya pun cukup banyak.

Artikel lain: Peluang Usaha Rumahan Grosir Baju Anak

Sejak awal usaha, Adit merekrut karyawan terampil dari para pengrajin di daerah Tasik, apalagi ia memiliki keterampilan dan pengalaman membuat sepatu. Namun untuk desain sepatu baik motif, model dan bahan yang digunakan merupakan Ide dari Adit sendiri.

Prospek dan Persaingan Bisnis Sepatu

Menurut pria kelahiran Jakarta, 29 Januari 1993 ini, prospek bisnis sepatu kayu sangat bagus dan market pun berkembang luas. Bahkan hingga saat ini ia kerap kewalahan dalam memenuhi permintaan konsumen yang semakin meningkat. Terlebih sepatu kayunya mulai dilirik pasar luar negeri, sehingga terkadang Adit kewalahan menerima order dari konsumen. Tak heran banyaknya permintaan membuat Adit bisa meraup omset hingga Rp 100 juta per bulan dengan keuntungan sekitar 50%.

Salah satu faktor yang mempengaruhi prospek bisnis ini cukup cerah karena persaingan diantara pelaku usaha sepatu kayu masih belum ketat. Namun menurut Adit, persaingan lebih banyak datang dari produk asal luar negeri dan pabrikan yang beredar dipasaran. tetapi ia sangat yakin sepatu kayu buatannya mampu bersaing karena mempunyai kualitas yang setara dengan produk impor dan memiliki nilai lebih terutama pembuatan secara handmade.

Selain dibuat secara handmade, sepatu kayu dengan brand natana ini dibuat oleh Adit dengan desain menarik. Hak sepatu menjadi satu dengan sol sepatu tanpa sambungan sehingga kayu utuh didesain oleh Adit menjadi alas kaki murni tanpa sambungan. Hak sepatu pun dibuat dengan motif ukir yang tampak klasik dengan desain modern. Adit juga menggunakan jenis kayu mahoni yang cukup kuat dan seratnya lebih rapi sehingga kekuatan sepatu tersebut bisa mencapai 1 sampai 2 tahun.

Cara Membuat Sepatu Kayu ala Adit

Tahapan produksi membuat sepatu terlihat mudah tapi dalam pengerjaannya dibutuhkan ketelitian. Tahap pertama membuat sepatu kayu dengan menyiapkan terlebih dahulu kayu yang akan dijadikan alas sepatu seperti kayu mahoni. Kayu mahoni lebih ringan dibandingkan kayu yang lain dan juga kuat tidak mudah rapuh.

Menurut Adit, dari hasil penelitiannya kayu mahoni asal Tasikmalaya lebih kuat dan lebih ringan karena kadar airnya lebih sedikit dibandingkan kayu mahoni dari daerah lain Biasanya untuk 1M3 kayu bisa menghasilkan 300 pasang flat shoes dan sepatu premium sekitar 120 pasang.

Setelah kayu mahoni dipotong-potong menjadi Balok, uapkan kayu selama tiga hari agar menghilangkan kadar air di dalam kayu. Setelah itu bentuk pola pada kayu dan potong sesuai pola dengan gergaji kayu dan diserut agar berbentuk kaki. Haluskan dengan amplas setelah itu jemur dibawah sinar matahari 2-3 jam. Setelah kering haluskan kembali dengan gerinda agar serat kayu terlihat jelas. Kemudian ala sepatu kayu di cat agar menutup pori-pori kayu dan teknik selanjutnya pengecatan menggunakan airbrush agar terlihat mengkilap dan keringkan. Tahap terakhir memasangkan bagian atas sepatu berupa kulit, songket dan batik menggunakan pengerat paku dan palu.

Artikel lain: Peluang Bisnis Pakaian Muslim

Beberapa Varian Produk Sepatu Kayu Natana Shoes

Menurut Adit sepatu kayu saat ini sedang tren baik di Indonesia maupun luar negeri. Di beberapa negara sepatu kayu diproduksi secara massal menggunakan mesin, sedangkan di Indonesia masih mempertahankan nilai seni dan etniknya dengan pembuatan secara handmade. Dari segi motif dan desain sepatu kayu yang banyak diminati adalah model wedges dan high heels dengan kombinasi kulit ular. Salah satu contoh sepatu kayu high heels kombinasi bahan kulit ular dengan ukuran hak 5cm hingga 14cm, dengan bentuk hak berlubang seperti bulan sabit, love dan ukiran bunga. Bagian atasnya dibuat dari bahan kulit.

Saat ini Adit sudah membuat sekitar 174 desain sepatu dengan berbagai model dan ukuran. Dari segi model ada 3 jenis sepatu yaitu wedges, clogs dan premium. Wedges memiliki ukuran hak 5 sampai 10 cm dengan bagian antara hak belakang sampai sol bagian depan tersambung menjadi satu. Lain halnya dengan clogs dengan hak tebal dan model premium berhak tinggi dari mulai 10 cm sampai 14 cm dan ciri khasnya di bagian hak sepatu terhadap ukiran.

Harga sepatu buatan Adit mulai Rp 450 ribu hingga Rp 1,2 juta per pasang. seperti sepatu wedges seharga Rp 450 ribu sampai Rp 750 ribu, clogs Rp 550 ribu hingga Rp 650 ribu dan premium seharga Rp 800 ribu hingga Rp 1,2 juta. Harga jual yang ditawarkan memang tergolong cukup mahal karena Adit lebih menyasar kelas menengah keatas. “Meski konsumen menengah atas lebih sedikit dibandingkan dengan konsumen menengah kebawah tetapi secara perputaran usaha itu lebih cepat dan persaingan pelaku bisnis di market menengah atas masih sedikit”, ujar Adit beralasan. Hal lain yang diperhitungkan Adit adalah biaya produksi sepatu kayu cukup mahal apalagi menggunakan bahan baku kayu yang berkualitas sehingga mau tidak mau ia harus bermain di market menengah atas.

Biasanya Adit membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk membuat sepatu kayu model baru, sedangkan dari motif, warna dan bahan tambahan aksesori sepatu terbaru hanya membutuhkan waktu satu bulan. Ide desain produk biasanya lahir dari inovasi sendiri atau melihat produk yang sedang tren di pasaran, sehingga ia tinggal memoles dan mendesain produk agar lebih menarik lagi.

Satu pasang sepatu dikemas menggunakan box sepatu berwarna hijau dan dibagian luar box sepatu terdapat logo natana shoes. Adit menggunakan packing box sepatu berbahan kertas duplex agar terlihat lebih mewah dan mempunyai harga jual yang tinggi. Box sepatu ini dibeli Adit dari rekannya yang berada di daerah Ciputat tangerang Selatan.

Bahan baku utama yang digunakan dalam membuat sepatu kayu ialah kayu mahoni, kulit sapi, kulit ular, batik dan songket. Adit menggunakan bahan baku utama berupa kayu mahoni yang sudah berumur 10 sampai 15 tahun karena kayu mahoni memiliki serat lurus, ringan, kuat, tekstur kayu lebih halus dan pori-pori kayu kecil. “Kayu yang digunakan kayu mahoni, kayu ini ringan dan kuat. dari segi tekstur dan pori-porinya lebih kecil sehingga kadar air yang dikandung mahoni lebih sedikit. Seratnya pun lurus jadi kalau dibentuk sepatu menjadi lebih mudah dan serat-serat kayunya terlihat lebih rapi,” Jelas Adit.

Bahan sepatu seperti kayu dan kulit diperoleh Adit dari sekitar workshop usahanya ditasikmalaya, begitu juga perlatan yang digunakan dibeli di Tasikmalaya. Seperti pahat, amplas, gergaji, mesin amplas kayu, mesin bor, mesin gerinda dan palu. Saat ini Adit dibantu oleh 25 karyawan dibagian produksi yang sudah terampil membuat sepatu kayu dengan sistem gaji borongan Rp 35 sampai Rp 100 ribu per sepatu. Setiap bulan ia bisa memproduksi 1.000 pcs sepatu dengan berbagai ukuran dan model.

Adit menggunakan beberapa cara untuk mempromosikan sepatu kayu, pertama kali melalui media online dengan membuat website dan memasang iklan di di toko jual online seperti tokobagus.com dan berniaga.com. Ia pun kerap mengikuti berbagai pameran seperti Indonesia fashion Week, Indocraft dan inacraft. Pameran seperti ini sudah sering diikuti setiap bulan. Bahkan saat ini ia sedang mempersiapkan produk terbaru untuk diikutsertakan dalam ajang inacraft pada bulan april mendatang.

Peluang Bisnis Sepatu Kayu

Adit pun memasarkan produk melalui jalur konsinyasi dibeberapa toko dan butik. dengan fee yang diperoleh toko mencapai margin 30-40%. Beberapa toko yang menjalin kerja sama adalah Frizz Boutiqe di Yogyakarta. Rata-rata setiap bulan Adit selalu mengirim sepatu kayu ke toko-toko tersebut dengan minimal 50 pasang sepatu setiap toko. Ini merupakan peluang bisnis menjanjikan yang sayang untuk dilewatkan.

Adit juga membuka tawaran reseller dengan minimal order 5 pcs sepatu kayu yang bisa berbeda warna, motif dan desain bagi anda yang ingin menjalankan bisnis sepatu. Selain itu reseller juga akan diberikan diskon sekitar 25%. Adit juga menerapkan sistem retur jika ada reseller yang ingin menukarkan produknya dengan ukuran, warna atau model yang lain, tetapi dengan syarat produk yang diretur tidak rusak.

Hingga saat ini pelanggan Natana Shoes tersebar diberbagai daerah di Indonesia, bahkan ia kerap menerima permintaan dari pasar luar negeri. Namun Adit menolak karena ingin memenuhi kebutuhan pasar lokal terlebih dahulu. Alasan lain Adit menolak tawaran dari pasar laura negeri karena calon konsumen tersebut ingin menggunakan brand mereka sendiri tanpa brand natana shoes. Adit berharap dengan tetap mencantukan brand produknya sendiri maka produk Indonesia bisa di hargai diluar negeri. Bahkan ia sudah mematenkan brand Natana Shoes ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sejak 2012.

Dari awal menjalankan bisnis sepatu ini Adit belum mengalami kendala yang berarti. Menurutnya ia hanya berbenturan dengan image masyarakat bahwa sepatu kayu ini terkesan berat dipakai. Maka dari itu setiap pameran Adit selalu meminta pengunjung untuk mencoba terlebih dahulu, untuk menunjukan bahwa sepatunya tidak berat seperti yang diperkirakan. “Pengunjung mengira sepatu kayu itu berat, setelah coba ternyata enteng banget dan nyaman,” terang Adit yang ingin agar usaha sepatunya bisa terus maju dan produknya bisa dikenal baik Nasional maupun Internasional dengan brand Natana Shoes.

Tips Adit agar sepatu kayu terasa lebih ringan dengan memberikan lubang berkarakter pada hak sepatu tersebung dengan variasi bentuk seperti Love, bulan sabit, bungan dan lainnya. Selain itu dengan menghilangkan kadar air dalam kayu. Prosesnya kayu gelondongan didiamkan terlebih dahulu selama 3 bulam, posisi kayu berdiri agar air didalam kayu mengendap. Setelah 3 bulan kemudian kayu dipotong-potong menjadi balok dan setelah menjadi balok diuapkan selama 3 hari untuk menghilangkan kadar air dalam kayu. Setelah itu balok dibuat pola menjadi alas sepatu dan dijemur dibawah terik matahari. Proses penjemuran hanya berlangsung sekitar 4 jam agar kayu tidak mudah pecah.

Itulah contoh bisnis sepatu kayu barnd natana Shoes yang mampu meraih omset hingga seratus juta rupiah dengan keuntungan sekitar 50%. Semoga contoh diatas bisa menginspirasi anda menciptakan ide bisnis baru yang kreatif. terima kasih rekan pembaca yang budiman kita jumpa lagi pada kisah sukses selanjutnya.

Related For Contoh Bisnis Sepatu Dengan Omset Seratus Juta Perbulan